Sabtu, 25 Desember 2010

Workshop ICT PAI

Direktorat Pendidikan Agama Islam bekerja sama dengan SEAMOLEC menggelar pelatihan ICT Pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang diiukuti oleh 30 guru-guru terbaik pelajaran Agama Islam SD, SMP, SMA/SMK se-Provinsi Banten di Hotel Le Dian Serang selama selama 4 hari dari tanggal 21 sampai 24 Desember 2010.

Semua peserta sangat antusias dan berbahagia sekali bisa mengikuti kegiatan tersebut, karena materi yang disampaikan sangat menarik dari hari pertama sampai akhir.

Training Materials on ICT-based learning Development for islamic Education Teachers
1. Opening and Closing Ceremony
2. Program Orientation
3. ICT Integration into Learning Process
4. Lesson Plan Development
5. Utillization of ICT for Learning
6. Management and Analysis of Assessment Results based ICT

Minggu, 19 Desember 2010

Pengembangan KTSP berbasis PKB

Bismillahirrahmanirrohiim.Segala Puji bagi Allah Swt.
Untuk dapat mengembangkan potensi guru, maka sekolah minimal selangkah lebih maju menatap masa depan, s
ehingga peningkatan mutu yang menjadi angan dan asa semua, kita dapat diwujudkan dalam realitas kekinian di SMPN 14 Kota Tangerang dalam bentuk "Peningkatan Potensi Guru dalam Pengembangan KTSP Tahun 2010".

Pendidikan berfungsi untuk mengembangkan seseorang sebagai manusia seutuhnya, sebagai sumber daya, dan sebagai anggota masyarakat. Selain itu, pendidikan juga mempunyai konotasi sebagai barang konsumsi dan sekaligus barang investasi. Baik sebagai barang konsumsi maupun sebagai barang investasi, pendidikan dipengaruhi oleh lingkungan strategis dan lingkungan global, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial.

Pengguliran reformasi dalam tatanan baru sistem perpolitikan di Indonesia, melahirkan Undang-Undang No. 22/1999 tentang Otonomi Daerah. Menganulir konsep sentralisasi, yang telah gagal menanamkan fondasi yang kokoh dalam membangun bangsa Indonesia. Undang-undang ini kemudian diikuti oleh Undang-undang No.25/1999 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah. Dalam dunia pendidikan melahirkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan.

Dalam mengoperasionalkan Peraturan pemerintah Nomor 19 tahun 2005 Pemerintah melaui Mentri Pendidikan Nasional mengeluarkan Peraturan Mendiknas Nomor 22, 23 dan 24 tahun 2006 tentang Standar Isi, SKL dan pelaksanaan permen 22 dan 23, untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Dalam Peraturan Mendiknas di atas bahwa kurikulum ini bernama Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) yang dikembangkan oleh sekolah berpedoman pada standar kompetensi lulusan dan standar isi yang didalamnya terdapat Standar Kompetensi ( SK ) dan Kompetensi Dasar ( KD ).

Pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan guru diberikan ruang yang sangat luas untuk menggunakan kompetensinya dalam berkreasi merancang dan melaksanakan proses pembelajaran yang menjadi beban tugasnya. Ruang yang luas ini yang datang secara tiba-tiba, setelah dikekang dan didikte selama puluhan tahun melahirkan kegamangan pada diri guru.
guru berada dalam kedudukan yang menentukan dan strategis karena gurulah yang paling tahu mengenai tingkat perkembangan peserta didik, perbedaan siswa, daya serap, suasana dalam kegiatan pembelajaran, serta sarana dan sumber belajar yang tersedia. Mengacu pada hal tersebut maka sudah sewajarnya bila guru yang berwenang untuk menjabarkan dan mengembangkan standar kompetensi/kompetensi dasar menjadi silabus, dan selanjutnya dijabarkan lagi dalam bentuk rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Maka guru dituntut untuk mempunyai kompetensi dalam memahami kurikulum, menjabarkannya, dan mengimplementasikan melalui pengembangan silabus dan RPP.

Pukul

Kegiatan

Nara Sumber

Moderator

07.30.–08.30

1. Pembukaan:

2. Laporan Panitia

3. Arahan Kepala SMPN 14 Kota Tangerang

4. Sambutan Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang sekaligus membuka acara

Panitia

Moh. Dace, S.Pd.

Slamet, M.Pd.

Drs.H.Zaenudin,MM.MPd.

Ade Heriana, S.Pd.

08.30-10.00

- Sosialisasi PP No 53/2010 tentang disiplin PNS

- Implentasi Permendiknas No 41/2007 tntang standar proses

Heri Subiyanto, S.Pd.

Kepala Sekolah

Ade Heriana, S.Pd.

10.00-10.30

Analisis Konteks pada Penyusunan KTSP

M. Dace, S.Pd.

Dra. Teti Tri L.

10.30-11.45

Pengembangan Silabus

Abay Bayanudin

Dan Tim Pengembang

M. Dace, S.Pd.

11.45-12.30

Istirahat

Panitia


12.30-13.30

Pengembangan RPP

Ade Heriana, S.Pd.

Dan tim pengembang

Abay Bayanudin

13.30-15.00

Menentukan KKM

Dra. Teti Tri Lestari

Dan Tim Pengembang

M. Dace, S.Pd.

15.00-15.30

Istirahat

Panitia


15.30-16.30

Diskusi/Review/Penugasan

Fasilitator

Dan Tim Pengembang

Panitia

16.30-17.00

Penutupan

Panitia

Panitia



Senin, 06 Desember 2010

Silakan

KELAS VIII
1. Remedial-PAI Kls-8
ATAU
2. Remedial PAI Kls 8


KLEAS IX :
1. Remedial-pai-kelas-IX-smt-1
2. Remedial-btq Kls IX


KEISTIMEWAAN BULAN MUHARRAM

Puasa yang disunatkan:

Disunatkan puasa 6 hari pada bulan Syawwal, 3 hari pada setiap bulan (yang afdhal yaitu tgl 13, 14 dan 15; disebut shaumul biidh), hari Senin dan Kamis, 9 hari pertama bulan Dzul Hijjah (lebih ditekankan tanggal 9, yaitu hari Arafah), hari 'Asyura (tanggal 10 Muharram) ditambah sehari sebelum atau sesudahnya untuk mengikuti jejak Nabi dan para sahabatnya yang mulia serta menyelisihi kaum Yahudi.

Keutamaan Bulan Muharram dan Hari Asyura

Dari: www.eramuslim.com.(Kiriman: Ari Sukarno)

Muharram adalah bulan di mana umat Islam mengawali tahun kalender Hijriah berdasarkan peredaran bulan. Muharram menjadi salah satu dari empat bulan suci yang tersebut dalam Al-Quran. "Jumlah bulan menurut Allah adalah dua belas bulan, tersebut dalam Kitab Allah pada hari Dia menciptakan langit dan bumi. Di antara kedua belas bulan itu ada empat bulan yang disucikan."

Bulan-bulan itu adalah, Zulqaidah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab. Semua ahli tafsir Al-Quran sepakat dengan hal ini karena Rasululullah SAW dalam kesempatan haji terakhirnya
mendeklarasikan, "Satu tahun terdiri dari dua belas bulan, empat di antaranya adalah bulan suci. Tiga di antaranya berurutan yaitu Zulqaidah, Zulhijjah, Muharram dan ke empat adalah bulan Rajab." Selain keempat bulan khusus itu, bukan berarti bulan-bulan lainnya tidak memiliki keutamaan, karena masih ada bulan Ramadhan yang diakui sebagai bulan paling suci dalam satu satu tahun. Keempat bulan tersebut secara khusus disebut bulan-bulan yang disucikan karena ada alasan-alasan khusus pula, bahkan para penganut paganisme di Makkah mengakui keempat bulan tersebut disucikan.

Pada dasarnya setiap bulan adalah sama satu dengan yang lainnya dan tidak ada perbedaan dalam kesuciannya dibandingkan dengan bulan- bulan lain. Ketika Allah SWT memilih bulan khusus untuk menurunkan rahmatnya, maka Allah Swt lah yang memiliki kebesaran itu atas
kehendakNya.

Keutamaan Bulan Muharram.

Nabi Muhammad SAW bersabda, "Ibadah puasa yang paling baik setelah puasa Ramadhan adalah berpuasa di bulan Muharram." Meski puasa di bulan Muharram bukan puasa wajib, tapi mereka yang berpuasa pada bulan Muharram akan mendapatkan pahala yang besar dari Allah SWT. Khususnya pada tanggal 10 Muharram yang dikenal dengan hari 'Asyura.

Ibnu Abbas mengatakan, ketika Nabi Muhammad SAW hijrah dari Makkah ke Madinah, beliau menjumpai orang-orang Yahudi di Madinah biasa berpuasa pada tanggal 10 Muharram. Menurut orang-orang mereka, tanggal 10 Muharram bertepatan dengan hari ketika Nabi Musa dan pengikutnya diselamatkan dari kejaran bala tentara Firaun dengan melewati Laut Merah, sementara Firaun dan tentaranya tewas tenggelam.

Mendengar hal ini, Nabi Muhammad SAW mengatakan, "Kami lebih dekat hubungannya dengan Musa daripada kalian" dan langsung menyarankan agar umat Islam berpuasa pada hari 'Asyura. Bahkan dalam sejumlah tradisi umat Islam, pada awalnya berpuasa pada hari 'Asyura

diwajibkan. Kemudian, puasa bulan Ramadhan-lah yang diwajibkan sementara puasa pada hari 'Asyura disunahkan.

Dikisahkan bahwa Aisyah mengatakan, "Ketika Rasullullah tiba di Madinah, ia berpuasa pada hari 'Asyura dan memerintahkan umatnya untuk berpuasa. Tapi ketika puasa bulan Ramadhan menjadi puasa wajib, kewajiban berpuasa itu dibatasi pada bulan Ramadhan saja dan kewajiban puasa pada hari 'Asyura dihilangkan. Umat Islam boleh berpuasa pada hari itu jika dia mau atau boleh juga tidak berpuasa, jika ia mau." Namun, Rasulullah SAW biasa berpuasa pada hari 'Asyura bahkan setelah melaksanakan puasa wajib di bulan Ramadhan.

Abdullah Ibn Mas'ud mengatakan, "Nabi Muhammad lebih memilih berpuasa pada hari 'Asyura dibandingkan hari lainnya dan lebih memilih berpuasa Ramadhan dibandingkan puasa 'Asyura." (HR Bukhari dan Muslim). Pendek kata, disebutkan dalam sejumlah hadist bahwa puasa di hari 'Asyura hukumnya sunnah.

Beberapa hadits menyarankan agar puasa hari 'Asyura diikuti oleh puasa satu hari sebelum atau sesudah puasa hari 'Asyura. Alasannya, seperti diungkapkan oleh Nabi Muhammad SAW, orang Yahudi hanya berpuasa pada hari 'Asyura saja dan Rasulullah ingin membedakan puasa umat Islam dengan puasa orang Yahudi. Oleh sebab itu ia menyarankan umat Islam berpuasa pada hari 'Asyura ditambah puasa satu hari sebelumnya atau satu hari sesudahnya (tanggal 9 dan 10 Muharram atau tanggal 10 dan 11 Muharram).

Selain berpuasa, umat Islam disarankan untuk banyak bersedekah dan menyediakan lebih banyak makanan untuk keluarganya pada 10 Muharram. Tradisi ini memang tidak disebutkan dalam hadist, namun ulama seperti Baihaqi dan Ibnu Hibban menyatakan bahwa hal itu boleh
dilakukan.

Legenda dan Mitos Hari 'Asyura

Meski demikian banyak legenda dari salah pengertian yang terjadi di kalangan umat Islam menyangkut hari 'Asyura, meskipun tidak ada sumber otentiknya dalam Islam. Beberapa hal yang masih menjadi keyakinan di kalangan umat Islam adalah legenda bahwa pada hari'Asyura Nabi Adam diciptakan, pada hari 'Asyura Nabi Ibrahim dilahirkan, pada hari 'Asyura Allah SWT menerima tobat Nabi Ibrahim, pada hari 'Asyura kiamat akan terjadi dan siapa yang mandi pada hari 'Asyura diyakini tidak akan mudah terkena penyakit. Semua legenda itu sama sekali tidak ada dasarnya dalam Islam. Begitu juga dengan keyakinan bahwa disunnahkan bagi mereka untuk menyiapkan makanan khusus untuk hari 'Asyura.

Sejumlah umat Islam mengaitkan kesucian hari 'Asyura dengan kematian cucu Nabi Muhmmad SAW, Husain saat berperang melawan tentara Suriah. Kematian Husain memang salah satu peristiwa tragis dalam sejarah Islam. Namun kesucian hari 'Asyura tidak bisa dikaitkan dengan
peristiwa ini dengan alasan yang sederhana bahwa kesucian hari 'Asyura sudah ditegakkan sejak zaman Nabi Muhammad SAW jauh sebelum kelahiran Sayidina Husain. Sebaliknya, adalah kemuliaan bagi Husain yang kematiannya dalam pertempuran itu bersamaan dengan
hari 'Asyura.

Anggapan-anggapan yang salah lainnya tentang bulan Muharram adalah kepercayaan bahwa bulan Muharram adalah bulan yang tidak membawa keberuntungan, karena Husain terbunuh pada bulan itu. Akibat adanya anggapan yang salah ini, banyak umat Islam yang tidak melaksanakan pernikahan pada bulan Muharram dan melakukan upacara khusus sebagai
tanda ikut berduka atas tewasnya Husain dalam peperangan di Karbala, apalagi disertai dengan ritual merobek-robek baju atau memukuli dada sendiri.

Nabi Muhammad sangat melarang umatnya melakukan upacara duka karena meninggalnya seseorang dengan cara seperti itu, karena tindakan itu adalah warisan orang-orang pada zaman jahiliyah.

Rasulullah bersabda, "Bukanlah termasuk umatku yang memukuli dadanya, merobek bajunya dan menangis seperti orang-orang pada zaman jahiliyah."

Bulan Pengampunan Dosa

Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam sistem kalender Islam. Kata Muharram artinya 'dilarang'. Sebelum datangnya ajaran Islam, bulan Muharram sudah dikenal sebagai bulan suci dan pada bulan ini dilarang untuk melakukan hal-hal seperti peperangan dan pertumpahan
darah.

Seperti sudah disinggung di atas, bahwa bulan Muharram banyak memiliki keistimewaan. Khususnya pada tanggal 10 Muharram. Beberapa kemuliaan tanggal 10 Muharram antara lain Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa setahun sebelumnya dan setahun ke depan. (Tarmizi)
(ln/Islamicity).