Minggu, 08 Agustus 2010

Marhaban Ya Ramadhan

Alhamdulillah, beberapa hari lagi, kita bersama umat Islam di seluruh dunia, akan segera memasuki bulan Ramadhan. Bulan nan agung, bulan yang penuh berkah. Di dalamnya terdapat satu malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan. Allah SWT telah menjadikan puasa di bulan Ramadhan sebagai kewajiban (faridhah) dan qiyamu lail-nya sebagai kesunahan (tathawwu'). Siapa saja yang mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebaikan, maka ia laksana menunaikan satu fardhu di luar bulan Ramadhan. Siapa saja yang menunaikan satu fardhu, laksana menunaikan 70 (tujuh puluh) fardhu di luar bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan merupakan bulan sabar, sedangkan sabar itu pahalanya adalah surga. Bulan Ramadhan juga adalah bulan pelipur lara. Bulan dimana rizki orang beriman akan bertambah. Maka, siapa saja yang memberi buka satu orang yang berpuasa, itu merupakan ampunan bagi dosa-dosanya dan akan membebaskannya dari api neraka. Ia juga berhak mendapatkan pahala sebagaimana orang yang berpuasa. Bulan Ramadhan awalnya dipenuhi rahmat (kasih sayang), pertengahannya dipenuhi ampunan, dan penghujung akhirnya dipenuhi dengan pembebasan dari api neraka. Maka, siapa saja yang meringankan beban dari hamba sahayanya, Allah akan memberikan ampunan kepadanya dan membebaskannya dari api neraka.

Di dalam bulan Ramadhan kita dituntunkan untuk memperbanyak empat perkara; dua di antaranya untuk Allah SWT, yakni syahadat bahwa tidak ada yang berhak disembah melainkan Allah, dan meminta ampunan kepada-Nya. Sedangkan dua perkara lainnya adalah meminta surga kepada-Nya dan berlindung diri dari api neraka. Siapa saja yang membuat kenyang orang yang berpuasa, maka Allah pasti akan memberinya minum dari telaga-Nya suatu minuman yang tidak akan membuatnya haus sampai dia masuk ke surga-Nya.

Berkenaan dengan datangnya bulan Ramadhan, Hizbut Tahrir Indonesia menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk:

1. Menjadikan bulan Ramadhan ini sebagai bulan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah (taqarrub ilallah) dengan melaksanakan puasa dan ibadah wajib lainnya dengan penuh kesungguhan, meninggalkan segala larangan, memperbanyak ibadah sunnah (shalat tarawih, shadaqah, tilawah dan tadabbur al-Qur’an dan sebagainya), serta memperbanyak istighfar dan sungguh-sungguh bertaubat atas seluruh kesalahan di masa lalu agar kita benar-benar bisa menjadi orang yang bertaqwa.

2. Memanfaatkan momentum bulan Ramadhan ini untuk meningkatkan ukhuwah Islamiyyah atau persaudaraan di antara sesama umat Islam, antarorganisasi, kelompok dan partai Islam serta di antara tokoh dan pemimpin umat sebagai bekal penting dalam perjuangan menegakkan syariah dan khilafah Islam. Karena hanya dengan eratnya persaudaraan itulah umat Islam akan menjadi kuat.

3. Mengerahkan segenap daya dan upaya secara damai demi tegaknya syariah dan khilafah, karena ujud dari taqwa yang sebenarnya adalah melaksanakan seluruh yang diperintahkan dan meninggalkan seluruh yang dilarang oleh Allah, termasuk dengan cara meninggalkan seluruh sistem dan ideologi selain Islam menuju sistem dan ideologi Islam. Umat Islam harus meyakini bahwa sistem yang benar adalah yang digali dari al-Quran, as-Sunnah, Ijma’ Shahabat, dan qiyas syar’iy; bukan sistem sekuler, dan bahwa sistem pemerintahan yang sahih adalah sistem khilafah sebagaimana diwariskan oleh Rasulullah dan para shahabat.

4. Marilah kita senantiasa memohon kepada Allah di bulan yang mulia ini agar menetapkan pendirian kita terhadap seluruh ajaran Islam dan perjuangan untuk mewujudkannya di tengah kehidupan agar izzul Islam wal muslimin bisa tegak kembali sehingga umat manusia merasakan apa yang digambarkan Allah dalam al Qur’an:

Dan di hari (kemenangan) itu bergembiralah orang-orang yang beriman, karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. (Q.s. Ar-Ruum [30]: 4-5)

Keluarga Besar
MGMP PAI SMP KOTA TANGERANG BANTEN
mengucapkan
SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH SHAUM
Semoga mendapat ampunan, kekuatan dalam melaksanakannya.
Amiin ya Mujibassaailiin ...