Jumat, 13 November 2009

Pelatihan PTK

Semangat perbaikan dan peningkatan kualitas pelayanan pendidikan Agama Islam SMP di Kota Tangerang agaknya tak pernah padam. Bulan Desember 2009 ini Insya Allah Ta'ala akan menggelar Pelatihan PTK untuk seluruh guru-guru PAInya.

"Kompetensi guru dalam merespon berbagai masalah dalam proses pemebelajaran perlu selalu ditingkatkan, apalagi kita menyadari bahwa permasalahan di kelas itu semakin bervariasi" ungkap Anwar Musyadad, M.Pd. pengawas dari Depag Kota Tangerang. Lebih lanjut beliau mengungkapkan bahwa melalui kegiatan Pelatihan PTK tersebut diharapkan guru PAI menjadi lebih responsif terhadap para muridnya.

Demikian pula paparan dari Drs. H. Zulian Halimi, MM selaku Ketua Sanggar MGMP PAI SMP Kota Tangerang dalam acara Ta'aruf di Sanggar MGMP PAI SMP yang tiada hentinya GPAI untuk lebih meningkatkan kualitasnya, teristimewa Kota Tangerang dengan motto "Akhlaqul Karimah". ini adalah tanggung jawab paling depan Guru Pendidikan Agama Islam. "Guru semestinya mampu menemukan formula atau strategi mengajar yang sesuai dengan para murid-muridnya sehingga guru yang baik ditandai dengan kemampuan membaca masalah dan kemampuan menciptakan metode dan sarana yang memadai untuk proses belajar di sekolah."

"Dengan demikian dipandang penting untuk menyelenggarakan Pelatihan PTK sekaligus moment peningkatan kualitas GPAI dalam proses belajar mengajar di kelasnya.
Insya Allah kegiatan ini akan dilaksanakan pada hari kamis, 17 Desember 2009 di Aula SMKN 3 Kota Tangerang.

Informasi selanjutnya hubungi :
1. Yoyo Husairi, S.Ag. /Ketua Panitia Pelaksana (SMPN 21)
2. Moh. Rosyidi, S.Ag./Sekretaris Pelaksana (SMPN 1)
3. Formulir Peserta =>"Download"
4. Agenda PTK => "Download"
5. Kisi Ulum SMT 1 TP 2009/2010 => kls 7 "Download"<=> Kls 8 "Download"<=> Kls 9 "Download"<=>

Minggu, 20 September 2009

Selamat Idul Fitri 1430 H


Segenap Keluarga Besar
MGMP PAI SMP Kota Tangerang Prov. Banten
Mengucapkan
Selamat Idul Fithri 1430 H/2009 M
Mohon Maaf Lahir dan Bathin.

Makna Idul Fitri
Lepas dari kemungkinan adanya perbedaan dalam menentukan Hari Raya Idul Fitri, yang jelas, seluruh umat Islam di dunia ini akan segera merayakan hari yang biasa dianggap ‘kemenangan’ tersebut. Perayaan rutin setiap tahun ini menjadi momen sangat penting setelah berpuasa selama sebulan pada bulan Ramadhan. Seluruh umat Islam merayakannya dengan suka dan cita, tak berbeda yang rajin puasa maupun yang hanya alakadarnya.

Sebagaimana sudah maklum, selain Hari Raya Idul Fitri, umat Islam juga punya Hari Raya Idul Adha pada 10 Dzulhijjah. Dalam literatur-literatur Islam klasik, hari raya ini disebut Idul Akbar (hari raya besar), sementara Idul Fitri hanya disebut sebagai Idul Ashgar (hari raya kecil).. Sebagaimana hari-hari besar lain, Idul Fitri tentu memiliki makna umum sebagai hari libur nasional sekaligus makna khusus yang dirasakan umat Islam. Paling tidak, Idul Fitri dianggap sebagai hari kemenangan mengalahkan hawa nafsu dengan berpuasa sebulan penuh.

Erat kaitannya dengan Hari Raya Idul Fitri adalah zakat fitrah yang wajib dikeluarkan setiap individu Muslim. Kalimat kedua dari dua terma ini (Idul Fitri dan zakat fitrah) adalah kalimat yang berasal dari bahasa Arab fithrah yang berarti natural atau dalam bahasa Indonesianya biasa diterjemahkan sebagai segala sesuatu yang suci, bersifat asal, atau pembawaan (Kamus Besar Bahasa Indonesia: 1997)..

Sisi etimologis
Idul Fitri terdiri dari dua kata. Pertama, kata ‘id yang dalam bahasa Arab bermakna `kembali’, dari asal kata ‘ada. Ini menunjukkan bahwa Hari Raya Idul Fitri ini selalu berulang dan kembali datang setiap tahun. Ada juga yang mengatakan diambil dari kata ‘adah yang berarti kebiasaan, yang bermakna bahwa umat Islam sudah biasa pada tanggal 1 Syawal selalu merayakannya (Ibnu Mandlur, Lisaanul Arab).

Dalam Alquran diceritakan, ketika para pengikut Nabi Isa tersesat, mereka pernah berniat mengadakan ‘id (hari raya atau pesta) dan meminta kepada Nabi Isa agar Allah SWT menurunkan hidangan mewah dari langit (lihat QS Al Maidah 112-114). Mungkin sejak masa itulah budaya hari raya sangat identik dengan makan-makan dan minum-minum yang serba mewah. Dan ternyata Allah SWT pun mengkabulkan permintaan mereka lalu menurunkan makanan.(QS Al-Maidah: 115).

Jadi, tidak salah dalam pesta Hari Raya Idul Fitri masa sekarang juga dirayakan dengan menghidangkan makanan dan minuman mewah yang lain dari hari-hari biasa. Dalam hari raya tak ada larangan menyediakan makanan, minuman, dan pakaian baru selama tidak berlebihan dan tidak melanggar larangan. Apalagi bila disediakan untuk yang membutuhkan.

Abdur Rahman Al Midani dalam bukunya Ash-Shiyam Wa Ramadhân Fil Kitab Was Sunnah (Damaskus), menjelaskan beberapa etika merayakan Idul Fitri. Di antaranya di situ tertulis bahwa untuk merayakan Idul Fitri umat Islam perlu makan secukupnya sebelum berangka ke tempat shalat Id, memakai pakaian yang paling bagus, saling mengucapkan selamat dan doa semoga Allah SWT menerima puasanya, dan memperbanyak bacaan takbir. Kata yang kedua adalah Fitri. Fitri atau fitrah dalam bahasa Arab berasal dari kata fathara yang berarti membedah atau membelah, bila dihubungkan dengan puasa maka ia mengandung makna `berbuka puasa’

(ifthaar). Kembali kepada fitrah ada kalanya ditafsirkan kembali kepada keadaan normal, kehidupan manusia yang memenuhi kehidupan jasmani dan ruhaninya secara seimbang. Sementara kata fithrah sendiri bermakna `yang mula-mula diciptakan Allah SWT` (Dawam Raharjo, Ensiklopedi Alquran: hlm 40, 2002). Berkaitan dengan fitrah manusia, Allah SWT berfirman dalam Alquran: “Dan ketika Tuhanmu mengeluarkan anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): Bukankah Aku ini Tuhanmu?.

Mereka menjawab:”Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi. (QS. Al A`râf: 172).” Ayat ini menjelaskan bahwa seluruh manusia pada firtahnya mempunya ikatan primordial yang berupa pengakuan terhadap ketuhanan Allah SWT. Dalam hadis, Rasulallah SAW juga mempertegas dengan sabdanya: “Setiap anak Adam dilahirkan dalam keadaan fitrah: kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani dan Majusi (HR. Bukhari).” Hadits ini memperjelas kesaksian atau pengakuan seluruh manusia yang disebutkan Alquran di atas.

Sisi terminologi
Kendati dalam literatur-literatur Islam klasik, Idul Fitri disebut sebagai Idul Ashgar (hari raya yang kecil) sementara Idul Adhha adalah Idul Akbar (hari raya yang besar), umat Islam di Tanah Air selalu terlihat lebih semarak merayakan Idul Fitri dibandingkan hari-hari besar lainnya, bahkan hari raya Idul Adha sekalipun. Momen Idul Fitri dirayakan dengan aneka ragam acara, dimulai dengan shalat Id berjamaah di lapangan terbuka hingga halal bi halal antarkeluarga yang kadang memanjang hingga akhir bulan Syawal.

Dalam terminologi Islam, Idul Fitri secara sederhana adalah hari raya yang datang berulang kali setiap tanggal 1 Syawal yang menandai puasa telah selesai dan kembali diperbolehkan makan minum di siang hari. Artinya, kata fitri disitu diartikan `berbuka atau berhenti puasa` yang identik dengan makan-makan dan minum-minum. Maka tidak salah apabila Idul Fitri pun disambut dengan pesta makan-makan dan minum-minum mewah yang tak jarang terkesan diada-adakan oleh sebagian keluarga.

Terminologi Idul Fitri seperti ini harus dijauhi dan dibenahi, sebab selain kurang mengekspresikan makna Idul Fitri sendiri, juga terdapat makna yang lebih mendalam lagi. Idul Fitri seharusnya dimaknai sebagai `kepulangan seseorang kepada fitrah asalnya yang suci` sebagaimana ia baru saja dilahirkan dari rahim ibu. Secara metafor, kelahiran kembali ini berarti seorang Muslim yang selama sebulan melewati Ramadhan dengan puasa, qiyam, dan segala ragam ibadahnya harus mampu kembali berislam, tanpa benci, iri, dengki, serta bersih dari segala dosa dan kemaksiatan.

Idul Fitri berarti kembali pada naluri kemanusian yang murni, kembali pada keberagamaan yang lurus, dan kembali dari seluruh praktik busuk yang bertentangan dengan jiwa manusia yang masih suci. Kembali dari segala kepentingan duniawi yang tidak islami. Inilah makna Idul Fitri yang asli.

Adalah kesalahan besar apabila Idul Fitri dimaknai dengan `perayaan kembalinya kebebasan makan dan minum` sehingga yang tadinya dilarang makan siang, setelah hadirnya Idul Fitri akan balas dendam., atau dimaknai sebagai kembalinya kebebasan berbuat maksiat yang tadinya dilarang dan ditinggalkan. Kemudian, karena Ramadhan sudah usai maka kemaksiatan kembali ramai-ramai digalakkan. Ringkasnya, kesalahan itu pada akhirnya menimbulkan sebuah fenomena umat yang saleh musiman, bukan umat yang berupaya mempertahankan kefitrian dan nilai ketakwaan.

Ikhtisar
- Idul fitri merupakan momentum terbaik bagi setiap manusia untuk kembali ke fitrahnya sebagai makhluk yang suci dan terampuni dosanya.
- Cuma, saat ini masih banyak kalangan yang mengartikan Idul Fitri hanya sebagai hari terbebasnya manusia dari kewajiban berpuasa.
- Ada juga kalangan yang menjadikan Idul Fitri sebagai hari pamer kemewahan.
- Mereka yang keliru memaknai Idul Fitri hanya akan menjadi manusia yang saleh secara musiman.

Minggu, 13 September 2009

Pesantren Ramadhan 1430 H

Adalah Rasulullah SAW memberi khabar gembira kepada para sahabatnya dengan bersabda, "Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan kepadamu puasa didalamnya; pada bulan ini pintu-pintu Surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan diikat; juga terdapat pada bulan ini malam yang lebih baik daripada seribu bulan, barangsiapa tidak memperoleh kebaikannya maka dia tidak memperoleh apa-apa'." (HR. Ahmad dan An-Nasa'i)

Alhamdulillah Keluarga Besar MGMP PAI SMP Kota Tangerang telah serempak dapat melaksanakan kegiatan rutin "Pesantren Ramadhan 1430 H" di sekolah masing-masing selama satu minggu =7-12 September 2009 M=
1. Provosal
2. Materi Kegiatan
3. Peserta dan Pemateri
4. Sertifikat

Selasa, 25 Agustus 2009

DATA GURU PAI 2009/2010

Berdasarkas Surat edaran dari Departemen Agama Kantor Kota Tangerang nomor Kd.28.05/04/PP.00/1024/2009 tertanggal 10 Agustus 2009 tentang Pendataan Guru Tahun 2009-2010, diharapkan semua Guru PAI SD/SMP/SMA/SMK mengisi dan menyerahkan data isian dengan akurat dan diserahkan kepada Seksi Kasi Mapenda paling lambat tanggal 31 Agustus 2009.
1, Form data isian => "Download"
2. Cara pengisian => "Download"

Minggu, 16 Agustus 2009

Pembinaan MGMP Tahun 2009

UU No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, pasal 40 ayat 2 menyatakan bahwa pendidik dan tenaga kependidikan berkewajiban memberikan teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi dan kedudukan dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya. Untuk itu Dinas Pendidikan Kota Tangerang penyelenggaraan pembinaan MGMP jenjang SMP tahun 2009 dilaksanakan dua tahap :

1. Pembinaan penyusunan program MGMP dan Pembelajaran di Hotel Graha Dinar Cisarua Bogor pada tanggal 12-14 Agustus 2009 dengan hasil
=> "Download"
2. Melaukan monitoring pelaksanaan program ditingkat sanggar dan atau ditingkat sekolah.
Lebih lengkapnya hub : mgmp_paismp_kttng@yahoo.com atau abu_shofy@plasa.com


Kamis, 30 Juli 2009

Agenda Ramadhan 1430 H

Alhamdulillah ....
MGMP PAI SMP Kota Tangerang telah menyusun buku agenda ramadhan untuk siswa SMP yang dilengkapi dengan do'a-do'a amaliah ramadhan.

Kepada Guru PAI SMP Kota Tangerang segera menghubungi Ketua/pengurus MGMP PAI SMP dan menyerahkan data siswa. Insya Allah pendistribusian akan dilakukan mulai tanggal 5 Agustus 2009.

Hubungi kami :
SMPN 14 Kota Tangerang, HP. 081382211949 / 02197643667

Senin, 20 Juli 2009

LOMBA PAI PROVINSI BANTEN 09

Selamat kepada Kafilah PAI SD, SMP, SMA Kota Tangerang yang telah menorehkan prestasi ditingkat provinsi Banten pada lomba keagamaan yang dilaksanakan hari kamis, 16 Juli 2009 di Kanwil Depag Prov. Banten sekaligus mewakili Prov. Banten ke Tingkat Nasional di Pondok Indah Jakarta.
1. Tingkat SD = MTQ sebagai Juara 1 (SDN Jurumudi)
2. Tingkat SMP = Cerdas Cermat sebagai juara 1 (SMPN 2)
3. Tingkat SMA = Nasyid sebagai juara 1 (SMAN)

Sukses selalu, amiin....

Kamis, 16 Juli 2009

DIKLAT BAHAN AJAR



Sebagai konsekwensi atas terbitnya UU RI nomor 20 tahun 2003 tentang SPN dan PP no 19 tahun 2005 tentang SNP, telah menerbitkan berbagai peraturan agar penyelenggaraan pendidikan di seluruh indonesia paling tidak dapat memenuhi standar minimal tertentu. dalam PP nomor 19 tahun 2005 pasal 20, disyaratkan bahwa guru diharapkan mengembangkan materi pelajaran, yang kemudian dipertegas melalui Permendiknas no 41 tahun 2007 tentang standar proses.

Selanjutnya, BKD Kota Tangerang bekerjasama dengan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bisnis dan Pariwisata (P4TK) Sawangan Depok menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan (DIklat) Penyusunan Bahan Ajar bagi Guru SMP, SMA, SMK dan Pengawas dilingkungan Pemerintah Kota Tangerang pada tanggal 13 - 17 Juli 2009 dengan materi :
1. Pengembangan Profesi =>
"Download"
2. Ragam Bahan Ajar =>"Download"
a. Buku Teks Pelajaran
b. Modul =>"Download"
c. Hanout
d. Diktat =>"Download"
3. Pengembangan Bahan Ajar =>"Download"
4. Dinamika Kelompok
5. Presentasi Hasil Kerja
6. Kebijakan pemda kota tangerang ttg pendidikan tahun 2009 : =.>
"Download"

Sabtu, 11 Juli 2009

Selamat Datang Tahun Pelajaran 2009/2010

Menghadapi tahun ajaran 2009/2010, kalau dicermati Permendiknas No. 24 Tahun 2006 pasal 2, maka seluruh madrasah/sekolah harus melaksanakan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lululusan (SKL) pada tahun ajaran 2009/2010 ini. Berikut Kutipan Permendiknas No. 24 Tahun 2009 Pasal 2 ayat 2: “Satuan pendidikan dasar dan menengah harus sudah mulai menerapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah paling lambat tahun ajaran 2009/2010″.

Berkaitan dengan hal tersebut, mestinya semua madrasah/sekolah telah memiliki dokumen KTSP, baik dokumen satu maupun dokumen dua. Berkaitan dengan SI ini, semua mapel yang ada di madrasah/sekolah harus memiliki Silabus dan RPP yang sesuai dengan Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan tersebut. Dalam penyusunan Silabus dan RPP, standar yang harus diperhatikan adalah Standar Proses, sesuai dengan Permendiknas No. 41 Tahun 2007.

Berikut ini kutipan Standar Proses tersebut, sesuai dengan Permendiknas No. 41 Tahun 2007:

CUPLIKAN SALINAN

LAMPIRAN
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL
NOMOR 41 TAHUN 2007
TANGGAL 23 NOVEMBER 2007 STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

I. PENDAHULUAN

Dalam rangka pembaharuan sistem pendidikan nasional telah ditetapkan visi, misi dan strategi pembangunan pendidikan nasional. Visi pendidikan nasional adalah terwujud­nya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas se­hingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah.

Terkait dengan visi tersebut telah ditetapkan serangkaian prinsip penyelenggaraan pendidikan untuk dijadikan landasan dalam pelaksanaan reformasi pendidikan. Salah satu prinsip tersebut adalah pendidikan diselenggarakan sebagai proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang ber­langsung sepanjang hayat. Dalam proses tersebut diperlukan guru yang memberikan keteladanan, membangun kemauan, dan mengembangkan potensi dan kreativitas peserta didik. Implikasi dari prinsip ini adalah pergeseran paradigma proses pendidikan, yaitu dari paradigma pengajaran ke paradigmapembelajaran. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan guru dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Proses pembelajaran perlu direncanakan, dilaksanakan, dinilai, dan diawasi agar terlaksana secara efektif dan efisien.

Mengingat kebhinekaan budaya, keragaman latar belakang dan karakteristik peserta didik, serta tuntutan untuk menghasilkan lulusan yang bermutu, proses pembelajaran untuk setiap mata pelajaran harus fleksibel, bervariasi, dan memenuhi standar. Proses pembelajaran pada setiap satuan pendidikan dasar dan menengah harus interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan salah satu standar yang harus dikembangkan adalah standar proses. Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan untuk mencapai kompetensi lulusan. Standar proses berisi kriteria minimal proses pembelajaran pada sa­tuan pendidikan dasar dan menengah di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Standar proses ini berlaku untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah pada jalur formal, balk pada sistem paket maupun pada sistem kredit semester.

Standar proses meliputi perencanaan proses pembelajar­an, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pem­belajaran, dan pengawasan proses pembelajaran untuk ter­laksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien.

II. PERENCANAAN PROSES PEMBELAJARAN

Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang memuat identitas mata pelajaran, standar kompetensi (SK), kompe­tensi dasar (KD), indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembela­jaran, kegiatan pembelajaran, penilaian hasil belajar, dan sumber belajar.

1. A. Silabus

Silabus sebagai acuan pengembangan RPP memuat identitas mata pelajaran atau tema pelajaran, SK, KD, ma­teri pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pen­capaian
kompetensi, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Silabus dikembangkan oleh satuan pendidikan berdasarkan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lu­lusan (SKL), serta panduan penyusunan Kurikulum Ting­kat Satuan Pendidikan (KTSP). Dalam pelaksanaannya, pengembangan silabus dapat dilakukan oleh para guru secara mandiri atau berkelompok dalam sebuah sekolah/ madrasah atau beberapa sekolah, kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) atau Pusat Kegiatan Guru (PKG), dan Dinas Pendidikan. Pengembangan silabus di­susun di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang ber­tanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD dan SMP, dan divas provinsi yang bertanggung jawab di bidang pen­didikan untuk SMA dan SMK, serta departemen yang me­nangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI, MTs, MA, dan MAK.

1. B. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan ke­giatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Guru merancang penggalan RPP untuk setiap pertemuan yang disesuaikan dengan penjadwalan di satuan pendidikan.

Komponen RPP adalah

1. Identitas mata pelajaran
Identitas mata pelajaran, meliputi: satuan pendidikan,kelas, semester, program/program keahlian, mata pela­jaran atau tema pelajaran, jumlah pertemuan.

2. Standar kompetensi
Standar kompetensi merupakan kualifikasi kemam­puan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap kelas dan/atau semester pada suatu mata pelajaran.

3. Kompetensi dasar
Kompetensi dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik•dalam mata pelajaran ter­tentu sebagai rujukan penyusunan indikator kompe­tensi dalam suatu pelajaran.

4. Indikator pencapaian kompetensi
Indikator kompetensi adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilai­an mata pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja opera­sional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan.

5. Tujuan pembelajaran
Tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan ha­sil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar.

6. Materi ajar
Materi ajar memuat fakta, konsep, prinsip, dan pro­sedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompe­tensi.

7. Alokasi waktu
Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan un­tuk pencapaian KD dan beban belajar.

8. Metode pembelajaran
Metode pembelajaran digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembela­jaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar atau seperangkat indikator yang telah ditetapkan. Pemi­lihan metode pembelajaran disesuaikan dengan situ­asi dan kondisi peserta didik, serta karakteristik dari setiap indikator dan kompetensi yang hendak dicapai pada setiap mata pelajaran. Pendekatan pembelajaran tematik digunakan untuk peserta didik kelas 1 sampai kelas 3 SD/M I.

9. Kegiatan pembelajaran
a. Pendahuluan
Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan un­tuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.

b. Inti
Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran di­lakukan secara interaktif, inspiratif, menyenang­kan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses.eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.

c. Penutup
Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan un­tuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpul­an, penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindaklanjut.

10. Penilaian hasil belajar
Prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil belajar disesuaikan dengan indikator pencapaian kom­petensi dan mengacu kepada Standar Penilaian.

11. Sumber belajar
Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kom­petensi.

1. C. Prinsip-prinsip Penyusunan RPP
1. Memperhatikan perbedaan individu peserta didik

RPP disusun dengan memperhatikan perbedaan jenis kelamin, kemampuan awal, tingkat intelektual, minat, motivasi belajar, bakat, potensi, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik.

2. Mendorong partisipasi aktif peserta didik
Proses pembelajaran dirancang dengan berpusat pada peserta didik untuk mendorong motivasi, minat, krea­tivitas, inisiatif, inspirasi, kemandirian, dan semangat belajar.

3. Mengembangkan budaya membaca dan menulis Proses pembelajaran dirancang untuk mengembang­kan kegemaran membaca, pemahaman beragam ba­caan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan.

4. Memberikan umpan balik dan tindak lanjut
RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi.

5. Keterkaitan dan keterpaduan
RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara SK, KD, materi pembelajaran, ke­giatan pernlielajaran, indikator pencapaian kompeten­si, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar. RPP disusun dengan mengako­modasikan pembelajaran tematik, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.

6. Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi
RPP disusun dengan mempertimbangkan penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegra­si, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.

III. PELAKSANAAN PROSES PEMBELAJARAN

A. Persyaratan Pelaksanaan Proses Pembelajaran
1. Rombongan belajar
Jumlah maksimal peserta didik setiap rombongan be­lajar adalah:

a. SD/MI : 28 peserta didik
b. SMP/MT : 32 peserta didik
c. SMA/MA : 32 peserta did 1k
d. SMK/MAK : 32 peserta didik

2. Beban kerja minimal guru
a. beban kerja guru mencakup kegiatan pokok yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan pem­belajaran, menilai hasil pembelajaran, membimbing dan melatih peserta didik, serta melaksana­kan tugas tambahan;
b. beban kerja guru sebagaimana dimaksud pada huruf a di atas adalah se kurang-kurang nya 24 (dua puluh empat) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu.

3. Buku teks pelajaran
a. buku teks pelajaran yang akan digunakan oleh se­kolah/madrasah dipilih melalui rapat guru dengan pertimbangan komite sekolah/madrasah dari buku­buku teks pelajaran yang ditetapkan oleh Menteri;
b. rasio buku teks pelajaran untuk peserta didik adalah 1 : 1 per mata pelajaran;
c. selain buku teks pelajaran, guru menggunakan buku panduan guru, buku pengayaan, buku refe­rensi dan sumber belajar lainnya;
d. guru membiasakan peserta didik menggunakan buku-buku dan sumber belajar lain yang ada di per­pustakaan sekolah/madrasah.

4. Pengelolaan kelas
a. guru mengatur tempat duduk sesuai dengan ka­rakteristik peserta didik dan mata pelajaran, sertaaktivitas pembelajaran yang akan dilakukan;
b. volume dan intonasi suara guru dalam proses pembelajaran harus dapat didengar dengan baik oleh peserta didik; tutur kata guru santun dan dapat dimengerti oleh peserta didik;
d. guru menyesuaikan materi pelajaran dengan kece­patan dan kemampuan belajar peserta didik;
e. guru menciptakan ketertiban, kedisiplinan, kenyamanan, keselamatan, dankeputusan pada peraturan dalam menyelenggarakan proses pembelajaran;
f. guru memberikan penguatan dan umpan balik terhadap respons dan hasil belajar peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung;
h. guru menghargai pendapat peserta didik;
i. guru memakai pakaian yang sopan, bersih, dan rapi;
j. pada tiap awal semester, guru menyampaikan silabus mata pelajaran
yang diampunya; dan
k . guru memulai dan mengakhiri proses pembelajaran sesuai dengan waktu
yang dijadwalkan.­

B. Pelaksanaan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran merupakan implementasi dari RPP. Pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup.
1. Kegiatan Pendahuluan
Dalam kegiatan pendahuluan, guru:
1. menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran;
2. mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengait­kan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari;
c. menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai;
d. menyampaikan cakupan materi dan penjelasanuraian kegiatan sesuai silabus.

2. Kegiatan Inti
Pelaksanaan kegiatan inti merupakan proses pem­belajaran untuk mencapai KD yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, me­motivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativi­tas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Kegiatan inti menggunakan metode yang disesuai­kan dengan karakteristik peserta didik dan mata pela­jaran, yang dapat meliputi proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.

a. Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
1) melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prin­sip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
2) menggunakan beragam pendekatan pembela­jaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
3) memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
4) melibatkan peserta didik secara aktif dalam se­tiap kegiatan pembelajaran; dan
5) memfasilitasi peserta didik melakukan per­cobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

b. Elaborasi

Dalarn kegiatan elaborasi, guru:

1) membiasakan peserta didik membaca dan me­nulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
2) memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memuncul­kan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
3) memberi kesempatan untuk berpikir, menga­nalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
4) memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif can kolaboratif;
5) memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
6) rnenfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan balk lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
7) memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan r iasi; kerja individual maupun kelompok;
8) memfasilitasi peserta didik melakukan pamer­an, turnamen, festival, serta produk yang diha­silkan;
9) memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa per­caya diri peserta didik.

c. Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
1) memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupunhadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
2) memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplo­rasi dan elaborasi peserta didik melalui ber­bagai sumber,
3) memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
4) memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:

a) berfungsi sebagai narasumber dan fasilita­tor dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan be­nar;
b) membantu menyelesaikan masalah;
c) memberi acuan agar peserta didik dapatmelakukan pengecekan hasil eksplorasi;
d) memberi informasi untuk bereksplorasi Iebih jauh;
e) memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif

3. Kegiatan Penutup

Dalam kegiatan penutup, guru:
a. bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
b. melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsis­ten dan terprogram;
c. memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
d. merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layan­an konseling dan/atau memberikan tugas balk tu­gas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;
e. menyampaikan iencana pembelajaran pada per­temuan berikutnya.

IV. PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN

Penilaian dilakukan oleh guru terhadap hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik, serta digunakan sebagai hahan penyusunan laporan kema­juan hasil belajar, dan memperbaiki proses pembelajaran.
Penilaian dilakukan secara konsisten, sistematik, dan ter­program dengan menggunakan tes dan nontes dalam ben­tuk tertulis atau lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, portofoiio, dan penilaian diri. Penilaian hasil pembelajaran menggunakan Standar Penilaian Pendidikan dan Panduan Penilaian Kelompok Mata Pelajaran.

V. PENGAWASAN PROSES PEMBELAJARAN

A. Pemantauan

1. Pemantauan proses pembelajaran dilakukan pada ta­hap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran.
2. Pemantauan dilakukan dengan cara diskusi kelompok terfokus, pengamatan, pencatatan, perekaman, wawan­cara, dan dokumentasi.
3. Kegiatan pemantauan dilaksanakan oleh kepala dan pengawas satuan pendidikan.

B. Supervisi

1. Supervisi proses pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil pem­belajaran.
2. Supervisi pembelajaran diselenggarakan dengan cara pemberian contoh, diskusi, pelatihan, dan konsultasi.
3. Kegiatan supervisi dilakukan oleh kepala dan penga­was satuan pendidikan.

C. Evaluasi

1. Evaluasi proses pembelajaran dilakukan untuk me­nentukan kualitas pembelajaran secara keseluruhan, mencakup tahap perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, dan penilaian hasil pembela
2. Evaluasi proses pembelajaran diselenggarakan de­ngan cara:

a. membandingkan proses pembelajaran yang dilak­sanakan guru dengan standar proses,
b. mengidentifikasi kinerja guru dalam proses pem­belajaran sesuai dengan kompetensi guru.

3. Evaluasi proses pembelajaran memusatkan pada ke­seluruhan kinerja guru dalam proses pembelajaran.

D. Pelaporan

Hasil kegiatan pemantauan, supervisi, dan evaluasi proses pembelajaran dilaporkan kepada pemangku ke­pentingan.

E. Tindak lanjut

1. Penguatan dan penghargaan diberikan kepada guru yang telah memenuhi standar.
2. Teguran yang bersifat mendidik diberikan kepada guru yang belum memenuhi standar.
3. Guru diberi kesempatan untuk mengikuti pelatihan/pe­nataran Iebih lanjut.
(Diklat Materi bahan ajar di P4TK Sawangan Depok, 13 - 17 Juli 2009)

Senin, 06 Juli 2009

Workshop KTSP 2009

KTSP bukanlah suatu "harga mati" yang harus diterima dan dilaksanakan apa adanya, melainkan masih dapat dikembangkan sesuai dengan situasi dan kondisi lapangan, sepanjang tidak menyimpang dari pokok-pokok yang telah digariskan secara nasional. dalam hal ini adalah guru sebagai pengembang kurikulum yang berada dalam kedudukan yang menentukan dan strategis. Gurulah yang paling tahu mengenai tingkat perkembangan peserta didik, perbedaan sisi, daya serap, suasan dalam kegiatan pembelajaran, serta sarana dan sumber belajar yang tersedia. Maka sudah wajar kalau guru harus menjabarkan dan mengembangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar menjadi SILABUS yang selanjutnya dijabarkan lagi dalam bentuk RPP.
Sehubungan dengan itu, guru dituntut untuk memiliki kompetensi dalam memahami kurikulum, menjabarkannya, mengimplementasikan melalui pengembangan silabus dan RPP.
Hasil pantauan PUSKUR (Pusat Kurikulum Balitbang Diknas tahun 2007 menunjuukkan, bahwa dalam pembuatan silabus, sepenuhnya guru belum memahami konsep dan tehnik pembuatan silabus, terutama perumusan indikator, pengalaman belajar, tehnik penilaian yang dapat mengukur kompetensi siswa. Hal tersebut sejalan dengan hasil penelitian Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan tahun 2008 "tentang kesiapan GPAI SMP dalam mengimplentasikan KTSP PAI.
Maka DEPAG RI Badan Litbang dan Diklat Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Jakarta mengadakan Workshop Pendampingan KTSP Tingkat SMP Provinsi Banten tahun 2009 di Hotel Le Dian Serang dengan agenda nyusun :
1. Pemetaan "Download"
2. Silabus "Download"
3. KKM "Download"
4. RPP Smt 1 = "Download"
4. RPP Smt 2 =
"Download"
5. Prota "Download"
6. Promes "Download"
Hasilnya untuk KBM 2009/2010, tapi tunggu dulu, yeah...
1. Form Silabus Klick => "Download"
2. Form Pemetaan => "Download"
3. Form KKM => "Download"
4. Form RPP => "Download"
5. KKO Indikator-na =>"Download"

Sabtu, 20 Juni 2009

Pertemuan MGMP PAI SMP di SMPN 14 Serang
1. Lomba Pildacil dan LCC tingkat Prop. Banten akan dilaksanakan pada 15 Juli 2009 di Kanwil Depag dengan utusan peserta Kab/Kota Se Prov. Banten.
2. FKGPAI akan mengadakan muslub di Anyer pada bulan Juli 2009 perihal nama, pengurus dan prokernya.
3. Untuk memudahkan pencrian data GPAI dilingkungan sekolah umum, DITPAIS memohon data isian supaya dilengkapi dan dikumpulkan kembali ke AGPAII Kanwil Prov. Banten dengan segera. (Form data isian ada di SMPN 4 / Hj. Nurrahamah D.)
4. Workshop KTSP SMP tingkat Prov. Banten akan dilaksanakan 22-28 Juni 09 di Hotel Mambruk Anyer dengan peserta semua mata pelajaran yang ditunjuk oleh Diknas Kanwil Prov. Banten.
5. Sertifikasi GPAI SMP "Sabar + Sabar"
Talhah, M.Pd. menegaskan : pembayaran tunjangan sertfiksi akan dibayarkan pada bulan juni 09, terutama yang lulusan tahun 2007 akan dibayar per januari 2008, lulusan 2008 akan dibayarkan per januari 2009.
Girmono, M.Pd. menambahkan : Perihal pembayaran tunjangan Sertfksi; Kepres dan surat edaran dari DITPAIS sudah disampaikan kepada Kanwil Depag untuk segera dicairkan yang tidak boleh melewati bulan juni 09. Adapun kuota 2009 dari DITPAIS sudah diserahkan kepada kanwil Depag masing-masing untuk dilanjutkan ke Mapenda Kab/Kota seluruh Indonesia.

Pada 17 Juni 2009, Pengurus MGMP PAI SMP mengadakan rapat kerja di SMPN 14 membahas dan mengagendakan perihal hasil rapat di serang :
1. Peserta LCC dan PILDACIl adalah juara LOKETA PAI (SMPN 2)
2. Laporan pertanggungjawaban Buku Ramadhan 1429 H
3. Rencana penyusunan Agenda Ramadhan 1430 H
a. Pembentukan tim penyusun, editor, illustrasi, dll.
b. Pendanaan, percetakan dll.
4. Program kerja MGMP PAI SMP Kota Tangerang 2009/2010



Jumat, 19 Juni 2009

Selamat dan Selamat

Keluarga besar MGMP PAI SMP Kota Tangerang, mengucapkan 'SELAMAT DAN SUKSES" kepada siswa kelas IX atas diumumkan dan dinyatan 'LULUS" UN tahun 2009. dan kepada siswa yang "Belum Lulus", sabar - tawakkal, dan terus berjuang untuk dapat mengejar harapan.

Informasi penerimaan siswa baru ke SMA Negeri Tahun Pelajaran 2009/2010 :

~ Memiliki IJASAH SMP/MTs, IJASAH Program Paket B / Surat Keterangan yang

Berpenghargaan Sama ( SKYBS) dengan IJASAH SMP/MTs.

~ Memiliki Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional ( SKHUN ) SMP/MTs atau DNUN

Program paket B atau Daftar Nilai Ujian Persamaan Tamat SMP/MTs.

~ Berusia setinggi-tingginya 21 tahun pada awal tahun pelajaran baru

~ Lulusan SMP/MTs tahun sebelumnya dapat diterima apabila daya tampung belum terpenuhi

~ Calon Peserta didik baru yang bukan lulusan tahun Pelajaran 2008/2009 harus

menyerahkan Surat Keterangan Berkelakuan Baik ( SKKB) dari kepolisian setempat.

~ Waktu Pendaftaran :

Dilaksanakan selama 4 hari yaitu hari senin s.d. kamis tanggal 29 Juni s.d. 2 Juli 2009 setiap hari kerja dari pukul 08.00 s.d 14.00 WIB

~ Tempat Pendaftaran :

*. Pendaftaran dari SMP/MTs dalam wilayah kotaTangerang dilakukan ke SMAN

tempat data entry yang telah ditentukan dari Dinas Pendidikan kota Tangerang

( Terlampir)

*. Pendaftaran dari luar kota Tangerang dapat dilakukan disalah satu SMA

Negeri di kota Tangerang


~ Pendaftar dapat memilih SMA Negeri dengan 3 ( tiga ) pilihan dari 15 SMA Negeri

di kota Tangerang.

~ Pencabutan/Pembatalan pendaftaran dilengkapi dengan Berita Acara, dapat dilakukan

paling lambat

1 ( satu ) hari sebelum waktu pendaftaran ditutup.

~ Pendaftaran dilakukan secara Perorangan dengan membawa Surat Keterangan

Hasil Ujian Nasional ( SKHUN) asli/ SKHUN Sementara Asli dari Kepala

Satuan Pendidikan jenjang sebelumnya.

~ Seleksi Calon Peserta Didik Baru dilakukan berdasarkan peringkat hasil

Ujian Nasional ( UN ) sesuai dengan daya tampung sekolah dan dilakukan secara on line.

~ Pengumuman penerimaan calon peserta didik baru, hari Jum'at tanggal 3 Juli 2009

dan dilaksanakan sekolah masing-masing tempat pendaftaran dan dapat diakses

melalui internet /SMS sekolah masing-masing tempat pendaftaran dan dapat diakses

melalui internet /SMS

~ Kartu Hasil Seleksi ( KHS ) calon peserta didik baru diambil di sekolah tempat pendaftaran

~ Pelaksanaan Daftar Ulang dilaksanakan pada tanggal 4, 6 dan 7 Juli 2009,

setiap hari kerja mulai pukul 08.00 s.d 14.00 WIB.

~ Mereka yang dinyatakan diterima, tetapi tidak melakukan daftar ulang sampai

batas waktu yang telah ditentukan dinyatakan GUGUR

~ Bila terdapat kekosongan yang disebabkan oleh karena adanya peserta yang tidak

daftar ulang,

pengisiannya dapat dilakukan dengan cara Seleksi tahap kedua dan mengacu pada

" Passing Grade " Seleksi tahap pertama di sekolah tersebut.\

Selasa, 09 Juni 2009

Perangkat Ngajar

أَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَتُهُ

Mau Download Perangkat Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) ?
Berikut ini adalah Silabus, RPP, dan Program Tahunan, Semester, Tugas Mandiri dan Pemetaan PAI UPTD SMPN 14 Kota Tangerang yang kami susun. Kami menyadari perangkat pembelajaran ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, jangan adopsi perangkat pembelajaran secara keseluruhan, karena perlu penyempurnaan dan adaptasi dengan kondisi sekolah Saudara. Jangan lupa komentar & masukan untuk penyempurnaannya yach!.... Silahkan Saudara download, semoga bermanfat. amiin ...

A. Kelas IX Tahun 2009/2010
1. Coverna =>"Download"
2. Prota =>"Download" lalu klick Promes =>
"Download"
3. Silabusna =>"Download"
4. RPP Smt Ganjil =>"Download" lalu klick Smt Genap =>"Download"
5. Pemetaan => "Download"
6. Tugas Mandiri = > "Download"

B. Kelas VIII Tahun 2009/2010
1. Silabusna -> "Download"
2. RPP Smt Ganjil -> "Download" Smt Genap -> "Download"
3. Pemetaan Smt Ganjil -> "Download" Smt Genap -> "Download"

C. Kelas VII Tahun 2009/2010
1.
Silabus Smt Ganjil -> "Download" ->Smt Genap ->"Download"
2. RPP Smt Ganjil ->"Download" Smt Genap ->"Download"
3. Pemetaan Smt Ganjil -> "Download" Smt Genap ->"Download"




Selasa, 02 Juni 2009

Kuota Sertifkasi 2009

Guru profesional dan bermartabat menjadi impian kita semua karena akan melahirkan anak bangsa yang cerdas, kritis, inovatif, demokratis, dan berakhlak. Guru profesional dan bermartabat memberikan teladan bagi terbentuknya kualitas sumber daya manusia yang kuat. Sertifikasi guru mendulang harapan agar terwujudnya impian tersebut. Perwujudan impian ini tidak seperti membalik talapak tangan. Karena itu, perlu kerja keras dan sinergi dari semua pihak yakni, pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, dan guru. Sertifikasi guru merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas guru sehingga pembelajaran di sekolah menjadi berkualitas. Peningkatan program lain yaitu; peningkatan kualifikasi akademik guru menjadi S1/D4, peningkatan kompetensi guru, pembinaan karir guru, pemberian tunjangan guru, pemberian maslahat tambahan, penghargaan, dan perlindungan guru. Sertifikasi guru melalui uji kompetensi memperhitungkan pengalaman profesionalitas guru, melalui penilaian portofolio guru. Sepuluh komponen portofolio guru akan dinilai oleh perguruan tinggi penyelenggara sertifikasi guru. Bagi guru yang belum memenuhi batas minimal lolos, akan mengikuti pendidikan dan pelatihan hingga guru dapat menguasai kompetensi guru.

Rabu, 3 Juni 2009 ;Staf Mapenda Depag Kota Tangerang, menyatakan : Data Calon Peserta Sertifikasi GPAI pada sekolah umum sedang disusun oleh DITPAIS Pusat, sambil memperlihatkan surat edaran dari Dirjen PAIS. Jadi, sabar... sabar ... dan sabar aja ...


Rabu, 20 Mei 2009

Pembinaan GPAI

Selasa, 19 Mei 2009;
Kasi Mapenda Depag Kota Tangerang menyelenggarakan Pembinaan Guru Pendidikan Agama Islam pada Sekolah Umum dan Koordinasi/konsultasi Sinkronisasi Data Serta Informasi Keagamaan dilingkungan Depag Kota Tangerang tahun 2009 yang dihadiri para pengawas dilingkungan Kandepag, KKM, KKS, Guru PAIS, Guru RA, KKG, MGMP bertempat di gedung Nyimas Melati.

Pokja Sertifikasi Depag Pusat (Safri : 08128080084) Guru yang nunggu2 sertifikasi terkadang hilaf pada aturan sertifikasi yang sudah ada aturan main dalam kitab sucinya, demikian katanya; Sebagai penjabaran dari Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun 2008 , khususnya terkait dengan pasal-pasal yang mengatur tentang sertifikasi guru dan pengawas sekolah dalam jabatan, pemerintah telah menerbitkan peraturan baru dalam bentuk PERMENDIKNAS Nomor 10 Tahun 2009 tentang Sertifikasi Guru dalam Jabatan, yang didalamnya mengatur proses sertifikasi guru dan pengawas sekolah dalam jabatan, baik yang dilaksanakan melalui uji kompetensi maupun pemberian sertifikat langsung. Dengan diterbitkannya peraturan ini, maka PERMENDIKNAS No. 17 Tahun 2007 tentang Sertifikasi Guru dalam Jabatan sebagaimana telah diubah dengan PERMENDIKNAS No. 11 Tahun 2008 dinyatakan tidak berlaku. Perbedaan dalam PERMENDIKNAS No 10 Tahun 2009 ini adalah diaturnya sertifikasi bagi pengawas "salinan-permendiknas-no-10-tahun-2009"
Berita gembira disampaikan "pokja sertifikasi pusat" ; bagi GPAI yang sudah lulus sertifikasi akan dibayarkan sekitar bulan Juni 2009 "SLAMET MENIKMATI "katanya. Mudah-mudahan wae-lah... Selanjutnya; Gimana nasib Guru yang baru pensiun ? Pokoknya ; Tunjangan Profesi akan dibayarkan jika ada syarat :
1. Adasertifikat profesi yang dilegalisir
2. Mengajar dilembaga FORMAL
3. Menunjukkan keterangan ngajar 24 Jam
4. Usia maksimal 60 tahun.
Sementara itu; Prof.Dr.Azis Fahrurazi menyoroti hal BAHAN AJAR SMA dan SMK kurang relevan (SMK menghadapi dunia kerja yang butuh mental kejujuran, disiplin, kekuatan keyakinan) dan hal SERTIFIKASI; katanya pelaksanaan sertifikasi nyampe tahun 2014 bahkan bisa sampe 2016. untuk peserta yang tidak pake jalur fortofolio akan diikutsertakan kuliah di UIN Jakarta mulai tahun 20010 dengan tempat disesuaikan tempat tugas peserta dan kuliahnya sabtu dan minggu . Ditanya tentang biaya; akan ditanggung oleh pemerintah yang mencakup Biaya Kuliah dan Modul.

Kasi Mapenda;Drs.H.A Nakhrawi, M.Pd. menjelaskan sekitar kuota sertifikasi untuk Kota Tangerang "Hubungi Kasi Mapenda Senin 25-5-09" ...

Tunggu selanjutnya , sabar, yach....
Sekedar pegangan dari DITPAIS
"Peserta_Sertif_Kota-Tangerang Kuota 2008"

Jumat, 15 Mei 2009

ALBUM LOKETA


Selengkapnya ...




Senin, 11 Mei 2009

Lesson Study 14

Berbagai upaya pemerintah untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu bagi bangsa telah dilakukan dari waktu kewaktu. Mutu pendidikan nasional yang meningkat dan terjamin diyakini mampu membangun manusia Indonesia yang beriman, cerdas dan kompetitif serta mampu bersaing pada era globalisasi. Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama ISlam (MGMP PAI SMP) merupakan wadah atau forum kegiatan profesional guru mata pelajaran di gugus atau sanggar akan berdampak positif terhadap peningkatan kemampuan profesionalismenya, berkarya dan berprestasi dalam melaksanakan tugas sehari-hari di sekolah. Kami sadar, bnahwa tidak ada pembelajaran yang sempurna, selengkapanya ...Baca hasilnya .... "Click"

Sabtu, 09 Mei 2009

LOKETA PAI SMP





Alhamdulillah panitia LOKETA PAI SMP KOTA TANGERANG dapat melaksanakan kegiatan sesuai dengan diprogram yang direncanakan. KAMI mengucapkan terima kasih kepada Bapak Walikota Tangerang, Kadis Pendidikan KotaTangerang dan Kepala Kandepag Kota Tangerang beserta jajarannya yang telah memberikan bantuan serta dukungan suksesnya kegiatan. Syukran...
Inilah Hasilnya ... "Kejuaraan"


Selamat kepada Juara I Cerdas-Cermat PAI oleh SMPN 2 atas prestasi yang diraih. Kami ikut berbahagia sekali atas dipanggilnya juara tersebut untuk mewakili Provinsi Banten dalam lomba cerdas-cermat TINGKAT NASIONAL yang akan diselenggarakan oleh DITPAIS pada juni mendatang.
Itu berarti kemenangan dan bukti kemajuan PAI SMP di Kota Tangerang selama ini, semoga menuai hasil yang diharapkan. Amiin ...

Minggu, 03 Mei 2009

Rihlah Ilmiah


Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (MGMP PAI) merupakan wadah atau forum kegiatan professional guru mata pelajaran di gugus atau sanggar akan berdampak positif pada peningkatan kemampuan profesionalismenya, berkarya, dan berprestasi dalam melaksanakan tugas sehari-hari di sekolah dan ikut serta mengabdikan dirinya di masyarakat. Untuk itu kami terus berusaha mengoptimalkan keberadaan MGMP PAI SMP guna mewujudkan kemampuan professional Guru PAI dalam proses pembelajaran dan pembiasaan Pendidikan Agama Islam secara berkelanjutan dilingkungan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berada di Kota Tangerang. Salah satunya menyelenggarakan kegiatan Rihlah Ilmiah Pembiasaan Asmaul Husna ke SMP Negeri 44 Kota Bandung Provinsi Jawa Barat. Sehingga berdampak prositiif terhadap kinerja yang berkualitas, profesionalisme dan motivasi serta loyalitas Guru PAI dalam menciptakan lingkungan sekolah yang religius culture.
..... Ya, kami terpaksa gabung dengan MGMP PAI SMP Kota Serang. Hasilnya ya...tunggu dalam proses , , ,

RAJA'NA...

Menyambut tahun pelajaran Baru :
* Penyusunan dan penetapan Program Kerja Tahun Pelajaran 2009/2010
* Lengkapi dan siapkan Perangkat Mengajar dengan segala sesuatunya
* Audensi dengan MUI Kota Tangerang
* Ahlan Wasahlan Wamarhaban Ya Ramadhan 1430 H
* Pekan Gema Ramadhan 1430 Hijriah
* Penyusunan Agenda Ramadhan 1430 Hijriah
* Program Pesantren Ramadhan 1430 Hijriah
* Hikmah Nuzul Al-qur'an 1430 H
* Halal Bil Halal 1430 H

Kepada seluruh GPAI SMP Se-Kota Tangerang mari kita sama-sama wujudkan harapan dan cita-cita mulia.
Salajengna ... "PROGRAM_KEGIATAN_MGMP_2008/2011"

Jumat, 01 Mei 2009

Perangkat Ngajar Kls IX

Mau Download Perangkat Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI)? Berikut ini adalah Silabus, RPP, dan Program Tahunan (Prota) dan Semester (Promes) PAI SMPN 14 Kota Tangerang yang kami susun.

Kami menyadari perangkat pembelajaran yang kami buat ini masih jauh dari sempurna,
jangan adopsi secara keseluruhan, karena perlu penyempurnaan yang adaptif dengan kondisi sekolah saudara. Jangan lupa komentar & masukan untuk penyempurnaannya yach!....
Silahkan download, semoga bermanfat bagi kita dalam dakwah ilallah....


KELAS 9 :
1. Prota ... ClickDownload
2. Promes ... ClickDownload
3. Silabus ... ClickDownload
4. RPP ... ClickDownload
5. Pemataan... ClickDownload

KISI-KISI ULUM DAN UAS PAI SMP


1. Kisi-kisi UAS ...click and please Click"Download"
2. Kisi-kisi ULUM Kelas VIII Pagi ...Click Didieu "Download"
3. Kisi-kisi ULUM Kelas VII Pagi ...Click"Download"

4. Kisi-Kisi UASBN PAI SMP 0809 "Download"

PROPOSAL Nulis Kisi-kisi MID SMT GENAP Tahun Pelajaran 2008/2009. Selanjutnya, silakan "Download"

1. Analisis PG Kls 7 ...."Download"
2. Analaisis Uraian Kelas 7 ...."Download"
3. Deskripsi hasil analisis kls 7 ..."Download"
4. Soal mid Smt Genap Kls 7... "Download"
5. Kisi-kisi mid smt genap kls 7 ... "Download"

SK-KD & Silabus BTQ

Muqadimah

Sejalan dengan Visi Kota Tangerang, yaitu Tangerang Berakhlaqul Karimah, semua kegiatan Masyarakat diarahkan pada implementasi pewujudan visi tersebut. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Menengah Pertema (SMP) Kota Tangerang sebagai waddah silaturahmi dan peningkatan profesionalisme ikut aktif dalam mensukseskan program tersebut, baik SMP Negeri maupun Swasta dituangkan dalam bentuk penyelenggaraan pembelajaran dengan memasukan muatan lokal Baca Tulis Al-Quran (BTA) sebagai mata pelajaran.

Dari program ini diharapkan semua peserta didik yang lulus dari SMP Negeri maupun swasta di Kota Tangerang mampu membaca dan menulis Al-Quran dengan baik dan benar serta mengamalkannya dalam kehudupan sehari-hari yang meliputi aspek :

1. Pengetahuan dasar tentang kaidah-kaidah penulisan al-quran

2. Pengetahuan tentang hukum-hukum membaca al-quran dengan baik dan benar (tajwid /makharijul hurf)

3. Keterampilan menulis Al-Quran meliputi ; menyambung huruf menjadi kata dan kalimat serta menulis surat pilihan dan atau surat-

surat pendek dalam Al-Quran.

Selanjutnya ...

1. Siswa muslim yang ada di SMP Negeri dan swasta se-Kota Tangerang terbebas dari buta baca tulis Al-Qur’an

2. Out put SMP Negeri maupun Swasta di Kota Tangerang mampu membaca, menulis, memahami dan mengamalkan Al-Qur'an

1. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Baca Tulis Al-Qur'an ... Click
3. Silabus Baca Tulis Al-Qur'an ...
Click

4. Yang lainnya belum rampung... "Sabar aja"